OcehanPakopik
Cuma pelesetan dari OceanPacific

Apr
14

mahasiswa = siswa besar

badan besar atau pemikiran besar?

Apr
05

orang yang sabar menunggu..
kenapa orang-orang itu tidak dilahirkan dengan keadaan tingkat kesabaran yang sama?
hayo katanya udah dewasa..pasti bisa jawab kan?
ada orang yang sabar dan ada orang yang tidak sabar..
apa yang dipunyai si orang yang sabar sehingga dia sabar menunggu?
apa yang dia yakini tentang orang yang di tunggui nya?
bisa saja orang yang dia tunggui ternyata tidak akan datang..
sebentar, oh..
mungkin saja orang dia tunggui telah memberikan harapan-harapan..
atau mungkin saja orang yang dia tunggui telah berjanji..
tapi kan mungkin saja orang yang dia tunggu tidak menetapi janji
coba bayangkan perasaan orang yang sedang menunggu dengan penuh harapan tapi ternyata harapan tersebut tidak akan pernah datang..
hey, sepertinya hanya orang-orang macam aku yang kayaknya melankolis ini yang tampaknya terlalu memikirkannya
hmm coba aku memposisikan diriku sebagai temanku yang namanya si mr.”hidup itu realistis bukan melankolis”..
dia pasti bakal bilang..
“mending lu cari yang pasti-pasti aja, men!”
“daripada lu buang-buang waktu..”
yuph, aku paham maksudnya..
tipe-tipe orang yang akan tampak senang selalu..
hahaha..
oh, tapi jangan salah..
begini ya, dalam diri individu manusia sifat-sifat yang disebut melankolis dkk. (pasti pada tau lah..) punya porsinya masing-masing kan..
nah, sepertinya si temanku yang disebutkan diatas baru saja bilang..
“tampaknya gw jadi melankolis deh pik..”
hahaha..yah mungkin karena beberapa alasan khusus si sifat ini muncul..
eh, mungkin ga sih? (belum nemu literatur yang mendukung hipotesa ini – ngomongnya belum nemu padahal males nyari..hehe)
hihihi pasti penasaran kan alasan khusus yang menimpa temanku ini?
silahkan tanya langsung aja deh..
hmm, orang yang sabar menunggu pasti bakal dapet sesuatu kan?
Tuhan Maha Adil..

Apr
05

eh2, temanku bilang dia judge a book by it writer..
hahaha..
yuph, gw paham maksudnya..
pada paham kan semuanya?
hmm, yah..kalo kita udah tau isi dari si barang tersebut yah kita pasti bakal pilih barang itu kan?
sebentar…
kok aku jadi kepikiran gini..
pernah ga tiba-tiba ketemu barang (ato..yah boleh dibilang gini)yang tiba-tiba tanpa disadari kita langsung suka..
ada beribu-ribu barang yang lain dengan harga yang lebih mahal atau kualitas lebih bagus dan ternyata kamu memilih barang itu..
berarti kan waktu itu kamu udah ga melihat faktor harga dan kualitas kan?
yah, kalian boleh kok menginterpretasikan barang ini dengan barang apapun..
ada juga lo kasusnya gini..
kita pilih sesuatu barang yang memang udah terbiasa kita pakai..
hmm, bisa dibilang kita suka sama barang tersebut karena terbiasa..
eh, bisa ga sih kita bilang barang yang kita pilih tanpa kita sadari itu karena pilihan hati?
hoho..apakah kamu tipe orang yang mendengarkan kata hati?

Apr
02

Baru-baru ini, seseorang berkata padaku..
“Don’t judge a book by it’s cover”, katanya.
saat itu, aku seketika terdiam.
Aku mulai berpikir,
maksudnya kan bila kita melihat sesuatu entah itu barang maupun manusia atau apapun maka kita sebaiknya melihat tidak dari penampilan luarnya saja kan?

Aku jadi bertanya-tanya dalam hati,
“Apakah yang ada dalam pikiranku sekarang ini kunilai karena penampilannya?”
Kok aku tidak merasa ya atau malah karena terbiasa?
Hmm, bagaimana dengan kamu?